Di Papua terjadi berbagai kasus, baik kasus ekonomi, sosial politik dan budaya. kasus-kasus di Ppapua terus terjadi di era otonomi khusus bagi propinsi Papua. era sebelumnya kasus di Ppaua secara terang-ternagan terjadi tindak kekerasan terhadap masyarakat yang tidak atauh apap-apa dengak kekerasn militer.
setelah berlauknya otonomi khusus bagi propinsi Papua konflik terus terjadi secara sistematis dan terorganisasi secara frofesional yang dilakaukan oleh aparat pemerintah baik TNI/POLRI atas nama negara kesatua republik Indonesin merasa meruapak satu kesatuan banggsa dan negara.
masyarakat Papua sejak berlakunya otsus terjadi berbagai kasus konflik anatara lain di areal freeport penemabakan terhadap warga sipil yang menunutut haknya, penemabakan warga sipil di puncak jaya dengan imits bahwa OPM. sorong penemabakan warga sipil dan masih ada kasus lain diberbagai daerah lain di Papua.
TNI/POLRI adalah satu-satuynya pemicu konflik di Pppaua karena konflik merupakan satu-satunya proyek bagi TNI/POLRI di Ppapua yang bisa mendatang dana operasional di Ppaua dan lebih lagi sebagai boneka liberal di indonesia. pada hal undang-undang menjamin segalah kekayaan alam dimanfaatkan sebesaer-besarnya demi rakyat namun hal ini tidak terjadi karena kekerasan militer yang berlbihan.
dalam jangka waktu yang siling kasus demi kasus terjadi di Papua setiap detik, dan hal ini dalam sistem politik pememrintah Indonesia dalam kerangka mempertahankan NKRI. TNI/POLRI di papua menjadi mmusu masYARAKAT dalam berbagai bidang. di Ppaua terutam di perusanhan-perusahan yang liberal dan beroperasi di Papua
Tidak ada komentar:
Posting Komentar